Librarian Serve People Not Books

Online Now

powered by WassUp

Visitor

visitors

Twitter

Dunia Ekuin dan Perbankan: Dokumentasi Kliping Dunia Ekuin dan Perbankan CSIS… https://t.co/9sZ2Hp4D2O #library

Load More...

Map

Click to open larger map

Powered by Google Maps Widget

 

Kalender, Ruang Promosi (seringkali) Terabaikan
Dipublikasi: April 3, 2014 - Kategori: Artikel

KALENDER,  RUANG PROMOSI YANG (seringkali) TERABAIKAN

C. Mouwlaka *)

Di setiap akhir tahun atau setiap awal tahun baru masehi ada sebuah benda yang dicari dan diburu orang yaitu kalender atau penanggalan. Beragam cara ditempuh untuk memperoleh sebuah kalender. Yang pertama dengan membeli yang dijual bebas di toko ataupun di kios-kios pedagang kaki lima. Selain itu ada juga yang meminta kepada toko-toko langganan dan terakhir yang biasanya dinantikan adalah kelender yang dicetak dan dikeluarkan oleh lembaga / kantor dimana seseorang bekerja.

Hampir dipastikan bahwa semua rumah / keluarga memiliki kalender yang kadangkala lebih dari satu kalender. Kalender dipasang di ruang tamu, ruang makan, ruang baca, ruang tidur, dapur atau tempat lain sehingga dapat dikatakan bahwa kehadiran sebuah kalender tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan dan rutinitas hidup manusia pada umumnya di seluruh dunia sebagai pengingat waktu (hari dan tanggal).

Ada bermacam-macam bentuk kalender yang dibuat, antara lain yang bentuk kalender gantung, kalender tempel, dan kalender duduk. Disamping bentuk, biasanya pada kalender tersebut dipasang gambar foto sebagai daya tariknya. Bermacam-macam gambar yang dapat dipasang pada sebuah kalender, ada gambar wanita cantik, pesohor (bintang film/penyanyi), pemandangan, binatang dan macam-macam gambar lain untuk menghiasi sebuah kalender.

Sesungguhnya sebuah kalender tidak hanya sekedar berisi penanggalan dalam 1 tahun (12 bukan), tetapi disadari atau tidak maka sesungguhnya kalender adalah sebuah ruang promosi yang efektif bagi sebuah lembaga/institusi/kantor/usaha dsbnya. Tetapi ruang ini seringkali tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh lembaga-lembaga yang menerbitkan kalender tersebut untuk mempromosikan usaha, jasa dan lain sebagainya. Kalender yang dikeluarkan  oleh sebuah lembaga umumnya tidak hanya digunakan oleh lembaga itu sendiri, tetapi seringkali juga dibagikan kepada rekanan, pelanggan, teman atau sahabat.

Kalender Sebagai Alat promosi

Menjadikan kalender sebagai alat promosi, maka dengan sendirinya promosi yang ada dalam kalender tersebut akan bertahan selama 1 tahun (12 bulan), tergantung pada dinding rumah, kantor, lembaga dan lain sebagainya. Seberapa banyak kalender yang kita miliki, sebanyak itu pula informasi/promosi yang ada di sekitar kita.

Namun demikian, ada juga kalender yang dibuat tetapi tidak memuat informasi/promosi apapun tentang lembaga yang menerbitkan kalender tersebut. Sebagai contoh sebuah lembaga pendidikan misalnya justru memasang gambar/foto pemadangan suatu daerah yang tidak ada sangkut pautnya dengan lembaga tersebut. Memang tidak ada salahnya, tetapi yang pasti bahwa lembaga tersebut sudah membuang ruang informasi/publikasi penting yang ada dalam halaman kelender tersebut. Sebab apa? Sebuah kalender memungkinkan tidak hanya dibuat untuk digunakan kalangan sendiri tetapi seperti yang disebutkan di atas seringkali dibagi-bagikan juga kepada rekanan, nasabah dan teman. Oleh karenanyasangat tepat apabila kalender tersebut dapat memberikan informasi yang akurat dan maksimal tentang lembaga yang mengeluarkan atau mencetak kalender tersebut.

Ruang Promosi Yang (sering) Terabaikan

Mari kita coba hitung. Sebuah lembaga pendidikan tinggi misalnya mencetak 1000 buah kalender yang tujuannya akan dibagi-bagikan kepada komunitasnya. Dimisalkan biaya untuk mencetak sebuah kalender adalah sebesar Rp. 10.000,00 maka total dana yang dikeluarkan adalah sebesar Rp. 10.000.000,- Jika kalender itu hanya berisi gambar-gambar pemandangan yang tidak ada hubungan dengan institusi pendidikan tersebut, maka yang terekspos bukanlah lembaga pendidikan tersebut, tetapi justru tempat lain yang tidak  memberikan konstribusinya bagi perkembangan lembaga pendidikan tersebut. Dan yang untung pihak lain. Rp. 10.000.000,- mubazir

Kalender hanya menjadi ruang yang mubazir alias tidak ada manfaatnya bagi lembaga yang menerbitkannya jika isi kalender tersebut hanya sedikit atau bahkan tidak memberi informasi sama sekali kepada masyarakat tentang lembaga tersebut. Lain dari pada itu kalender memang hanya sebatas memberi informasi tanggal semata, dan tidak menjadi ajang dimana ruang itu dapat berbicara banyak tentang lembaga dari mana kalender itu berasal, sehingga biaya yang dikeluarkan untuk mencetak kalender tersebut tidak sebanding dengan manfaat yang diperoleh dan masyatakat tidak mendapat informasi yang dibutuhkan.

Sebuah lembaga pendidikan jika membuat kalender, sebaiknya yang dipasang adalah gambar/foto yang bercerita tentang prestasi aktivitas sivitas akademikanya, tentang prestasi olah raga, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, kegiatan belajar dan mengajar, kegiatan di laboratoriumnya, aktivitas perpustakaan, laboratorium komputer. Pemuatan gambar seperti itu akan lebih memberikan informasi yang lebih bermanfaat dan bernilai positif bagi masyarakat.

Selain gambar/foto kegiatan, maka informasi-informasi tertulis juga dapat dicantumkan di setiap halaman pada setiap bulannya. Sehingga pada setiap saat orang membalik halaman kalender maka informasi itu tetap ada, informasi fakultasnya, program studi, pendaftaran mahasiswa baru. Informasi alamat telpon, email, web. contact person dsbnya. Sedapat mungkin hal-hal inilah yang harus ada dalam sebuah kaleder yang diterbitkan oleh sebuah lembaga pendidikan tinggi.

Pada akhirnya kalender hanya akan menjadi ruang promosi yang terabaikan dan tidak tergarap dengan maksimal untuk memberi infomasi penting tentang lembaga pendidikan tadi. Dan kita harus mencari ruang promosi lainnya lagi dan tentu harus membayar lagi.

*) Pustakawan Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Page 4 of 4